Fakta Susu Pasteurisasi
- Untuk membunuh bakteri pathogen, yaitu bakteri-bakteri yang berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit pada manusia (Mycobacterium tubercolosis)
- Dapat memberikan atau menimbulkan cita rasa yang lebih menarik konsumen
- Pada pasteurisasi susu, proses ini dapat menginaktifkan fosfatase dan katalase, yaitu enzim-enzim yang membuat susu cepat rusak.
- Tidak bisa disimpan dalam suhu ruang, harus di dalam lemari pendingin.
- Produk Susu Pasteurisasi mudah rusak bila terserang MO, memiliki masa simpan yang rendah terlebih apabila produk berada di tingkat pengecer/konsumen.
- Pasteurisasi hanya mampu menghambat pertumbuhan spora tapi tidak dapat mematikan sporanya, terutama spora bakteri yang bersifat termoresisten alias tahan terhadap suhu tinggi.
- Simpannya yang sangat panjang pada suhu kamar tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi.
- Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada.
- Cita rasanya tidak sesegar susu pasteurisasi
- Dengan pemanasan yang tinggi membuat zat gizi yang ada pada susu sedikit berkurang.